Record Detail
Advanced Search
Text
Laut Bercerita
Bermula pada tahun 1991, Leila mengawali novelnya dengan mengisahkan kehidupan sekelompok mahasiswa yang berkegiatan di suatu rumah di Seyegan, Yogyakarta. Mahasiswa-mahasiswa ini memiliki ketertarikan yang sama terhadap bacaan termasuk sastra. Dalam hal ini, termasuk sastra yang sempat dilarang untuk dibicarakan ketika itu, sastra karya Pramoedya Ananta Toer.
Dalam novel ini, alur yang digunakan tidak berurutan. Dari 1991, pembaca akan diarahkan menuju bab berikutnya yakni tahun 1998. Leila menulis berdasarkan peristiwa saat ini (ketika Biru Laut berada dalam penjara) dan masa lalu (ketika Biru laut masih menjadi mahasiswa dan buron).
Sebelum berada di penjara, konflik yang dihadapi Laut cukup banyak. Termasuk bagaimana ketika ia dan teman-temannya mengatur diskusi dan aksi demi membela petani Jagung di Blangguan yang tanahnya diambil secara tidak adil oleh pemerintah. Selain itu, novel ini juga bercerita bagaimana salah satu sahabat Laut berkhianat dan membocorkan informasi kepada intel. Aktivisme-aktivisme dan pembelaan ini yang kemudian diketahui oleh intel mengantarkan Laut kepada penjara.
Selanjutnya, Novel ini menceritakan bagaimana keluarga Laut termasuk Asmara Jati mengupayakan untuk mencari mahasiswa-mahasiswa yang hilang—termasuk Laut—yang tidak diketahui keberadaannya hingga beberapa tahun.
Availability
| 24000458 | 813 CHU l | My Library (800) | Currently On Loan (Due on2026-05-14) |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
813 CHU l
|
| Publisher | Kepustakaan populer gramedia : Jakarta., 2017 |
| Collation |
x + 379 hlm.; 20cm
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-602-424-694-5
|
| Classification |
813
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) |
-
|
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






